Mansetus dan bidan desa Mansetus dan bidan desa (Sumber: www.satu-indonesia.com)
Mansetus dan bidan desa
Mansetus dan bidan desa (Sumber: www.satu-indonesia.com)

Kesehatan Menjadi hak setiap individu tanpa terkecuali. Akan Tetapi, Terkadang pada kenyataan masih banyak dan terus membutuhakan peningkatan di berbagai belahan dunia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Meskipun pemerintah telah berupaya meningkatkan akses kesehatan dan kualitas pelayanan, masih banyak tantangan dan hambatan yang harus dihadapi untuk terus memajukan berbagai pelosok daerah indonesia, khususnya dalam hal transportasi dan infrastruktur kesehatan.

Salah satu contoh lamanya waktu penangan kesehatan pasien untuk menerima fasilitas Tersebut, Terkadang masalah transportasi yang menjadi jembatan layanan kesehatan bisa menjadi pertaruhan hidup dan mati. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita dapat memperbaiki akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang ada, khususnya di daerah terpencil dan kurang terlayani dengan baik faktor lingkungan yang belum memadai seperti NTT.

Datang dari kisah Mansetus, pemenang SATU Indonesia Awards 2010 yang menciptakan sebuah perubahan nyata dalam masyarakat pedesaan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan sebuah Yayasan Kesehatan serta memberikan sepeda motor kepada bidan dan petugas kesehatan di desa yang membutuhkan.

Mansetus lahir pada tanggal 5 Januari 1976 di Lewoleba, Kabupaten Lembata. Ia menetap di Kota Sau I, Kelurahan Sarotari, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, yang juga menjadi kantor Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) yang ia dirikan pada tahun 2002 di kediamannya sendiri yang awalnya rumah tinggal di sulap menjadi sebuah Yayasan Kesehatan Untuk Semua.

Masalah kesehatan di daerah terpencil memang perlu menjadi perhatian bersama, Studi terkait indeks kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, dilaporkan. menunjukkan adanya berbagai masalah kesehatan disana, termasuk tingginya angka kematian ibu dan bayi, prevalensi penyakit menular seperti malaria dan Tuberculosis (TB), serta akses dan pelayanan kesehatan yang masih rendah, terutama di area terpencil.

Salah satu masalah nyata yang ditemui Oleh Mansetus di lingkunganya berupa kurangnya transportasi, terutama dalam merujuk pasien ke pusat-pusat pelayanan kesehatan. Dalam banyak kasus, pasien tidak bisa mendapatkan pertolongan medis yang diperlukan karena kendala jarak dan transportasi .

Belum Lagi kerena infrastruktur transportasi yang kurang memadai dengan jarak yang jauh, dan kondisi jalan yang sulit dilalui, menjadi hambatan utama dalan penanganan kesehatan di Kota Sau I, Kelurahan Sarotari, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur

Meski Mansetus tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Idenya muncul saat Mansetus menghadiri FGD tentang kondisi kesehatan ibu dan anak dengan petugas kesehatan di Kabupaten Flores Timur pada Juli 2002.

Dalam FGD tersebut, terungkap bahwa tingginya angka kematian ibu dan bayi disebabkan oleh keterlambatan merujuk ke pusat pelayanan kesehatan akibat kendala transportasi.

Ide Mansetus untuk mengembangkan Program Manajemen Sarana Transportasi dengan sistem kerusakan minimum dari hasil FGD tersebut. Kemudian Mans mendirikan YKS Dan Mengajak anak-anak muda ikut serta menjadi bagian pondasi untuk mengatasi masalah pelayanan kesehatan yang ada, atas dasar bentuk kepeduliannya terhadapat masalah kesehatan di daerah terpencil tersebut, Dia juga membeli 13 sepeda motor untuk bidan desa dan petugas kesehatan di lima kecamatan di Flores Timur.

Hal Tersebut di lakukan untuk menjadi solusi ketika para medis ingin melakukan pelayanan kesehatan tanpa mengalami keterlambatan yang bisa mengakibatkan telatnya pertolongan terhdapat pasien, Disisi lain Sebagai sarana perawatan dan kesiapsiagaan Motor, Mansetus menyediakan bengkel sepeda motor bagi layanan kesehatan pedesaan agar selalu siap beraksi dalam kondisi darurat.

Kisah inisiatif Mansetus ini berdampak positif bagi masyarakat pedesaan NTT. “Senyum mereka adalah kebahagiaan kami,” Kata Pecentus ide inspiratif tersbut.

Mansetus telah menunjukkan kepada kita bahwa kemajuan dan perubahan bisa datang dari siapaun, bahkan dari seorang bapak bapak di desa terpencil sekalipun yang tetap memiliki kepedulian terhdapat lingkungan sekitar meski tanpa latar belakang pendidikan yang Tinggi, Kisah Inspiratif dan kebaikannya memberi kita harapan bahwa masalah-masalah yang tampaknya tidak mungkin bisa diatasi dengan ide-ide inovatif dan upaya yang luar biasa.

Kisah Mansetus bisa menjadi Renungan, dan ajakan ke diri kita sendiri untuk melihat, merasakan, dan bertindak lebih banyak lagi untuk lingkungan sekitar. Dimana Setiap individu memiliki potensi untuk memicu sebuah perubahan luar biasa, tidak peduli seberapa kecil atau besar peran kita, Yang terpenting adalah niat membawa perubahan yang baik itu sendiri di imbangi dengan sebuah aksi nyata.

Melihat apa yang sudah Mansetus lakukan, kita harus yakin, bahwa kita juga bisa melakukan sesuatu yang mampu menjadi perubahan positif bagi masyarakat sekitar. Setiap upaya kecil bisa menjadi awal perubahan besar jika dijalankan dengan niat yang baik dan aksi yang nyata.

By Roni